Program pilot · Windusari, Genito, Ngemplak

Desain pilot

Mengembangkan pakan berkualitas di tengah keterbatasan lahan.

Konsep jejaring pakan ternak masyarakat yang bertumpu pada peternak kambing, pengetahuan hijauan lokal, dan realitas lahan terbatas.

Peternak kambing menata hijauan yang baru dipanen di samping kandang desa di Magelang
Gambar editorial representatif — bukan dokumentasi peserta program Siklus.

Konteks program

Ketersediaan dan mutu pakan tidak selalu stabil, sementara keterbatasan lahan membuat kebun monokultur berskala besar bukan jawaban yang tepat.

Program ini akan menguji bagaimana hijauan lokal dapat melengkapi ransum ruminansia yang seimbang. Bentuknya dapat berupa hijauan segar, bahan tanam, pakan kering, hay, silase, tepung, wafer, atau pelet—namun setiap jalur perlu dinilai sesuai konteks.

01

Menanam

Pembibitan masyarakat, petak desa, pagar hidup, dan pelibatan pemilik lahan yang tidak memelihara ternak.

02

Menyiapkan

Menyepakati standar panen dan mutu, lalu menguji penyimpanan serta pengolahan skala kecil.

03

Memperdagangkan

Menguji pola transaksi yang transparan antara penghasil hijauan dan peternak.

Tangan menyiapkan hijauan hasil panen dengan alat sederhana dan keranjang anyaman
Gambar editorial representatif — bukan dokumentasi peserta program Siklus.

Hal yang akan diuji Siklus

  • Persaingan lahan dan daya hidup tanaman
  • Frekuensi panen dan penerimaan ternak
  • Pengolahan, penyimpanan, dan biaya produsen
  • Kesediaan membayar dan pola transaksi